(Catatan dalam Ibarat Sekuntum Bunga Dari Taman Firdaus ini, diuraikan tentang Nama-Nama Guru dari Beliau serta dijelaskan pula tentang Hakekat Mursyid)
P R A K A T A
SEKUNTUM BUNGA DARI TAMAN FIRDAUS
SABDA RASULULLAH S.A.W.
اذا مررتم برياض الجنة فارتعوا قالو وما رياض الجنة قال حلاق الذكر
Idzaa marartum biriyaadhil jannati, farta'uu; Qaaluu : Wamaa riyaadul jannati?Qaala : HILAQUDZDZIKRI
Artinya : "Apabila kamu melalui Taman Syorga, maka ikutlah atau masuklah kamu padanya!“Bertanya Para Sahabat : Apakah Taman Surga itu, ya Rasulullah? Sabda Rasul : "Yaitu Halqah-Halqah Dzikir”. (Halqah-Halqah ialah bundaran orang banyak duduk berkeIiling)” (Hadits Riwayat At Tarmizi).
Para Pembaca Yang Budiman,
Assalamu'aIaikum Wr. Wb.
Dengan bismillah dan dengan sebuah Hadits Rasulullah S.A.W. kami telah mulai Prakata ini.
Kami, dari Fakultas Ilmu Kerohanian & Metafisika Universitas Pembangunan Panca Budi Medan, bersama ini mempersembahkan, Sekuntum Bunga dari Taman Firdaus, sebagai sambutan dan sekaligus sebagai Tangkisan dari fitnah yang mengancam akan mematikan, yang mengancam akan menghapuskan Amalan Agung Kalimatullahi hiyal ulya, yang berada di Bumi Kerajaan Malaysia.
Kami tidak menyerang si Penyerang atau si Tukang Fitnah kembali, walaupun ia menyerang kami dan Amalan kami itu dengan pukulan-pukulan maut yang benar- benar dapat mematikan, berhubung kami sadar, bahwa saudara kami itu tidak sadar dan tidak mengerti, apa dan siapa yang diserangnya sebenarnya. Oleh karenanya, kami masih menganggap dia bukan musuh kami, karena musuh kami adalah nyata dan tertentu, yang paling utama musuh kami ialah Kafir Harbi, Dajjal dan Ya’jud Ma’jud, yang berada dalam diri dan di luar diri Manusia.
Kalau mereka ini yang menyerang, tanpa berpikir panjang lagi, pasti kami serang kembali dengan segala kemampuan yang ada pada kami. Tetapi serangan dari saudara kami tersebut di atas,walaupun maksudnya untuk menghancurkan nama baik Pribadi kami sendiri dan menghapuskan Amalan Agung Dzikrullah, yang dimohonkan oleh saudara-saudara kami di Malaysia untuk dikembangkan di sana, demi kelestarian hidup para saudara-saudara kami itu di Malaysia, namun serangan-serangan itu, semua serangan-serangan dahsyat itu, kami sambut dengan Sekuntum Bunga dari Taman Firdaus.
Semoga Sekuntum Bunga dari Taman Firdaus ini, yang berisikan Komentar Singkat Tentang Peramalan Thariqat dan lain-lain yang perlu, dapat menyadarkannya dan memandang Thariqatullah itu dari sudut yang seindah-indahnya dan sebenarnya, karena ia adalah Bunga dari Taman Firdaus, seirama dengan Hadits Nabi yang tertera di atas dan yang kami ulangi di bawah ini :
اذا مررتم برياض الجنة فارتعوا قالو وما رياض الجنة قال حلاق الذكر
Idzaa marartum biriyaadhil jannati, farta’uu Qaaluu : Wamaa riyaadul jannati? Qaala : HILAQUDZDZIKRI
Artinya : "Apabila kamu melalui Taman Surga, maka ikutlah atau masuklah kamu padanya!”.Bertanya Para Sahabat : Apakah Taman Surga itu, ya Rasulullah? Sabda Rasul : "Yaitu Halqah-Halqah Dzikir”. (Halqah-Halqah ialah Bundaran orang banyak duduk berkeliling).( Hadits Riwayat At Tarmizi).
Sebuah lagi Hadits Rasulullah SAW.
بدأالاسلام غريبا وسيعود كما بدأ غريبا فطوبى للغرباء
Bada-al islaamu ghariiban wa saya'uudu kamaa bada-a ghariiban fathuuba lil ghurabaa-i.
Artinya : "Permulaan Islam ini asing, dan akan kembali asing pula, maka gembiralah orang-orang yang dianggap asing". (Hadits Riwayat Muslim dari Abu Hurairah).
Konklusi : Bukankah sudah pula wajar dan sepatutnya, jika seorang Mukmin Sejati, yang benar benar taqwa pada Allah, yang sangat hampir pada Allah yang Maha Akbar dan Maha Keramat, bukankah sudah semestinya dan sewajarnya, bila ianya mampu dan dapat menunjukkan sebagal Mukmin Sejati yang diakui Allah sederetan duduknya dengan para Rasul. (QS.Annisa' Ayat 69) mampu mengeluarkan dan menunjukkan bukti-bukti nyata dari Kebesaran-kebesaran Allah itu, yang meng-imbas keluar dari dalam dirinya, hal mana dianggap pula oleh sebahagian" orang Islam konyol" ( = yang tak ber-iman) pada akhir Zaman ini sebagai “Sihir” pula ! Masya Allah !!
Benar-benar sesungguhnya ini adalah mengherankan dan mengharukan sekali. Sama saja halnya seperti Abu Lahab yang menganggap “Sihir” bukti-bukti Kebesaran Allah, yang dikeluarkan dan diperlihatkan oleh Rasulullah S.A.W. Sebuah Ayat AlQur’an :
Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.(QS.AlHujurat:12)
Firman Allah:
Hai orang-orang yang beriman, janganlah satu kaum mencela kaum yang lain, boleh jadi yang dicela itu lebih baik dari mereka yang mencela. (QS.AlHujurat :11)
Dan, Islam itu adalah sangat tinggi, sangat dalam, adakalanya dianggap "misterius" (penuh misteri, penuh rahasia, justru karena sangat tinggi dan dalam-Nya.
Sabda Rasulullah S.A.W. pada sebuah Hadits Nabi:
الإسلام يعلوا ولا يعلى عليه
Al Islaamu ya’luu walaa yu’laa ‘alayhi.
Artinya: "Islam adalah sangat tinggi, tiada yang dapat melebihinya". (Hadits Riwayat Bukhari).
Dan oleh karena itu pula Ayat AlQuran :
Man yahdillaahu fahuwal muhtadi wa man yudhlil falan tajida lahuu waliy-yan mursyidaa.
Artinya : “Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah, diaIah orang yang mendapat petunjuk dan siapa yang dibiarkan Nya sesat, maka tidak ada seorang Pemimpin pun yang memberinya petunjuk". (QS.Al Kahfi : 17). .
Kemudian disebut pula, bahwa Islam itu adalah sangat ilmiah .
Hadits Nabi:
الإسلام علمي وعملي
Al islaamu 'ilmiyyun wa ‘amaliyun
Artinya : "Islam adalah ilmiah dan amaliah." (Hadits Riwayat Bukhari).
Konklusi : Al Islam adalah "Makanan" para Sarjana-sarjana Besar yang beriman, bukan untuk "Sontoloyo dalam Islam".
Kemudian sebuah Hadits lagi : Abu Dzar ra. berkata : Nabi S.A.W. Bersabda : Allah Ta'ala Berfirman :
يا عبادي كلكم ضال الا من هديته
Yaa ‘ibadii kullukum dhaallun illaa man hadaituh
Artinya : ”Sesat engkau sekalian, hatta yang Ku beri Taufiq" (Hadits Qudsi)
Firman Allah :
Wa qaliilun min ‘ibaadiyasy syakuur
Artinya : "Dan sedikitlah Para Hamba - Ku yang benar-benar bersyukur "(QS. Saba’:13)
Akhirul kalam sebagai illustrasi :
Mohon pula diperhatikan : Seorang Tukang Kandang Ayam di Kampung yang hanya pandai membuat Kandang Ayam, tidaklah dapat disamakan dengan seorang Arsitek atau Insinyur, yang mampu membuat Gedung dan Besi Beton yang 100 (seratus) tingkat tingginya.
Dukun yang buta huruf di Kampung, yang tidak hygienis, tidaklah sama dengan seorang Doktor Medis yang pakar, yang dapat memindah-mindahkan Jantung atau Mata dan lain-lain. Mohon pula diperhatikan : Tidaklah pula mungkin serupa Thariqat-Thariqat yang di Kampung-Kampung yang tidak ilmiah jika dibandingkan dengan llmu Tasawwuf dan Sufi serta I’tikafnya, sebagai praktek dalam Laboratorium Spirituil, dalam Mental Spirituil & Health Centre dari Fakultas llmu Kerohanian & Metafisika Universitas Pembangunan Panca Budi yang sampai sekarang hanya baru ada satu-satunya di Dunia, yang telah membuktikan Manfaat yang sebesar-besarnya dan seluas-luasnya, dari Kalimah Allah yang Maha Agung, terhadap jutaan Umat Manusia dalam dan luar negeri selama + 35 tahun ini dalam menyelesaikan Problema-problema besar dan berat di Dunia dengan Sukses dan gilang- gemilang, seperti Pemberantasan- pemberantasan Narkotika, Kenakalan-kenakalan Remaja, memberantas penyakit-penyakit gigih seperti Cancer, Leukomia dan lain-lain dan Penyelesaian Ribuan macam Problema Hidup, yang aneh-aneh yang dapat diselesaikan dengan tuntas dalam waktu yang sesingkat-singkatnya, oleh Energi Maha Ultra-Sonor yang keluar sebagai "BUAH" yang mengagumkan dari Pengamalan Kalimatullahi Hiyal Ulya yang Maha Akbar via Saluran Haq-nya,yaitu Arwahul Muqaddasah Rasulullah S.A.W. (jadi jelas bukan "Sihir"), dengan memakai dasar methodeThariqat Naqsyabandi Murni dari Jabal Qubis Mekkah sebagal methode pelaksanaan teknis-nya.
Kemudian kita dengar pula beberapa buah Hadits Qudsi di bawah ini :
قال الله تعالى : لااله الاالله كلامي وانا هومن قالها دخل حصن ومن دخل حصن امن من عقابي
Qaalallaahu ta’aala: Laa ilaaha illallaahu kalaami wa aana huwa man qaalaha dakhala hishni, waman dakhala hishni aamina min ‘iqaabii.
Artinya : "Laa ilaaha illallah (Kalimah Allah) itu adalah perkataan-Ku dan ia adalah Aku, siapa yang menyebutnya masuklah ia ke dalam Benteng- Ku, siapa yang masuk ke dalam Benteng-Ku, terpeliharalah ia dari segala siksaan-Ku (menyebutnya harus dengan methode ,baru dapat masuk dalam Benteng Allah SWT.)
لاَتَقُوْمُ السَّاعَةُ حَتَّى لاَ يَبْقىٰ عَلَى وَجْهِ الاَرْضِ مَنْ يَقُوُلُ اللهُ اللهُ
Laa taquumus saa’atu hattaa laa yabqaa’alaa wajhil ardhi man yaquulu : Allah, Allah.
Artinya : Tiada akan datang Kiamat, kecuali kalau tidak ada lagi orang yang membaca Allah, Allah." (HR.Imam Muslim) (Dzikir Allah, Allah jelas dan tegas sebagai penangkal Kiamat jagat ini).
بِسْمِ اللهِ الذِيْ لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْئٌُ مَا فِى الاَرْضِ وَلاَ فِى السَّماءِ
Bismil laahil ladzii laa yadhurru ma’asmihi syai un maa fil ardhi wa laa fis samaa -i
Artinya : "Atas nama Allah, yang tidak memberi mudharat apa-apa yang di Langit dan di Bumi ialah bagi orang yang beserta dengan nama-Nya".
Di sini kelihatan pula bahwa Kalimah Allah Benteng yang tidak dapat ditembus oleh tenaga apa saja pun di Bumi dan di Langit, termasuk Neraka Dunia dan Akhirat.
Sudah jelas pemanfaatan Kalimah Allah ini harus melalui suatu methode Spirituil, agar tercapai maqam K H U S Y U K yang mutlak diperlukan untuk itu.
قال ياموس لوان السموات السبع وعامرهن غيروالارضين السبع في كفة ولااله الاالله في كفة مالت بهن لااله الاالله
Artinya : "Dan berfirmanlah Allah : Wahai Musa sekiranya tujuh lapis Langit dan penghuninya selain Aku serta tujuh lapis Bumi diletakkan di samping kata "Laa ilaha illa Allah" disamping yang lain akan lebih beratlah kata Laa ilaha illa Allah. (R. Annada'i ibnu Hibban dan Alhakim serta Abu Ya‘la).
قال إذارأيت عبدي يكثرذكري فأناأذنت له في ذالك وانا احبه وإذا رأيت عبدي لايذكرني فأنا حجبته عن ذالك وانا ابغضه
Artinya: "Firman Allah ta’ala Jika anda melihat hamba-Ku banyak berdzikir (mengingat Aku) maka Akulah yang meng-idzin-kannya ber dzikir dan Aku kasih padanya. Sebaliknya bila anda melihat hamba tidak berdzikir, maka Akulah yang menghijabnya dan Aku benci padanya. (HR. Addaruquthni, dan lbn Asakir).
Akhirul Kalam, izinkanlah kami mensitir ucapan Galileo Galilei : "To explain one word of a wise man, Science sometimes needs one thousand years for it". Disini kami tambahkan "to explain ONE WORD (KALIMAH ALLAH) of GOD, THE ALMIGHTY AND UNLIMITED WISE SUPER-BEING, Science sometimes needs thousands of years for it to explain.
Islamic Religion has proved to be Greatest Blessing ever existed for mankind and humanity in this world and in the here-after. ISLAMIC RELIGION IS SCIENCE OF THE HIGHEST DIMENSION".
Sebagai PENUTUP kami sitir di sini Ayat Alquranul Karim :
Wa allawis taqaamu ‘alath thariiqati la-asqaina hum ma an ghadaqaa
Artinya: "Dan bahwasanya iika mereka tetap berdiri diatas methode yang benar niscaya akan Kami turunkan hujan (rahmat) yang Iebat (nikmat yang banyak) (QS. Jin : 16).
Sekianlah Prakata dari kami, dari Naskah kecil ini, yang berjudul : SEKUNTUM BUNGA DARI TAMAN FIRDAUS, yang kami sajikan khusus kepada saudara-saudara kami Kaum Muslimin yang berada di Malaysia.
Alhamdulillahhirabbil ‘Alamin.
Terima kasih.
Wabillahi Taufiq wal Hidayah
Wassalaarnu’alaikum Wr.Wb.
Wassalam kami,
Prof. DR. Haji Kadirun Yahya
Guru Besar Physica - Kimia (Skripsi : Atom dan Nuclear)
Guru Besar Ilmu Metafisika Islam
Medan, 14 Nopember 1982






